Akhir-akhir ini, fenomena angin puting beliung dan tornado kerap menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kejadian angin puting beliung di Rancaekek, Bandung beberapa waktu lalu menjadi salah satu contohnya. Meskipun sering dianggap sama, ternyata puting beliung dan tornado adalah dua fenomena alam yang berbeda. Mari kita bahas perbedaan keduanya, lengkap dengan ciri-ciri dan langkah aman yang perlu diketahui.
Puting Beliung: Angin Lokal yang Cepat Berputar
Puting beliung adalah pusaran angin kencang yang bergerak secara vertikal. Fenomena ini kerap terjadi saat musim pancaroba, terutama pada siang atau sore hari. Beberapa ciri khas puting beliung antara lain:
- Durasi Singkat: Biasanya hanya berlangsung beberapa menit, maksimal sekitar 5 menit.
- Skala Lokal: Merupakan fenomena cuaca lokal dan sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, setiap daerah sering kali memiliki nama sebutannya masing-masing, seperti "angin leysus" atau "angin bohorok".
- Diameter Kecil: Diameter pusaran angin puting beliung cenderung lebih kecil dibandingkan tornado.
- Pembentukan Awan: Terjadi saat ada pertumbuhan awan Cumulus yang terlihat berawan di langit. Durasi pembentukan awan sampai punah juga relatif singkat, sekitar 1 jam.
Meskipun bersifat lokal dan durasinya singkat, puting beliung tetap dapat menimbulkan kerusakan, terutama pada bangunan ringan dan pepohonan.
Also Read
Tornado: Pusaran Angin Dahsyat dari Badai Petir
Tornado adalah fenomena alam yang sangat kuat dan destruktif. Berbeda dengan puting beliung, tornado terbentuk dari badai petir yang kuat dan menghasilkan pusaran angin yang sangat kencang dengan kecepatan bisa mencapai ratusan mil per jam. Berikut ciri-ciri tornado:
- Kecepatan Tinggi dan Merusak: Kecepatan angin tornado sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 300 mil per jam. Akibatnya, tornado mampu menghancurkan lingkungan dalam hitungan detik.
- Skala Luas: Jalur kerusakan tornado bisa sangat lebar, bahkan lebih dari satu mil dan panjangnya hingga 50 mil.
- Pembentukan dari Badai Petir: Tornado terbentuk dari badai petir yang sangat kuat.
- Diameter Besar: Diameter pusaran tornado bisa mencapai 500 meter atau lebih.
- Pergerakan yang Terarah: Tornado umumnya bergerak dari arah barat ke timur laut, atau arah lain seperti timur, tenggara, utara, dan barat laut.
- Ciri-ciri Langit: Beberapa tanda sebelum tornado datang antara lain perubahan langit menjadi mendung dan menghitam, awan dengan cepat mengelilingi suatu wilayah, dan terkadang terjadi hujan es.
- Fenomena "Mata" Tornado: Terdapat periode hening setelah tornado melanda, yang sering disebut "mata" tornado. Namun, jangan tertipu, karena bahaya belum berlalu.
Perbedaan Kunci Antara Puting Beliung dan Tornado
Fitur | Puting Beliung | Tornado |
---|---|---|
Durasi | Singkat (maks. 5 menit) | Bisa lebih lama, namun umumnya lebih singkat dari badai petir pembentuknya |
Skala | Lokal | Luas dan merusak |
Penyebab | Pertumbuhan awan Cumulus | Badai petir yang kuat |
Kecepatan | Relatif lebih rendah | Sangat tinggi |
Diameter | Lebih kecil | Lebih besar |
Kekuatan | Lebih lemah | Sangat kuat dan destruktif |
Langkah Aman Saat Puting Beliung dan Tornado Menerjang
Baik puting beliung maupun tornado sama-sama berbahaya dan bisa menimbulkan kerugian. Berikut langkah-langkah aman yang perlu kamu ketahui:
- Cari Tempat Perlindungan: Segera masuk ke bangunan kokoh, atau tempat dengan tanah rendah dan datar. Hindari bangunan yang tidak kokoh atau bangunan yang berada dekat pepohonan besar, tiang listrik, atau struktur lain yang rawan roboh.
- Lindungi Diri: Jika berada di dalam bangunan, masuklah ke basement atau ruangan terluar pada lantai terbawah. Gunakan tangan atau benda lain untuk melindungi kepala dan leher dari serpihan benda yang terbang.
- Pantau Informasi Cuaca: Tetap pantau informasi cuaca terkini melalui radio atau aplikasi cuaca untuk mendapatkan update dan peringatan resmi.
- Hindari "Mata" Tornado: Jangan keluar dari tempat perlindungan saat terjadi periode hening yang disebut "mata" tornado, karena bahaya belum berlalu.
- Jauhi Area Berbahaya: Setelah badai berlalu, hindari area yang rawan bahaya seperti bangunan roboh, kabel listrik putus, atau pohon tumbang.
Dengan memahami perbedaan antara puting beliung dan tornado, serta mengetahui langkah-langkah aman saat terjadi, kita bisa lebih waspada dan siap menghadapi bencana alam ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk selalu berhati-hati!